Tangerang || Corongkita.com – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor penerbangan terus dilakukan pemerintah melalui pengembangan pelatihan berbasis standar internasional.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara sukses menyelenggarakan pelatihan Validation Competency-based Training (VCT) 2026 yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization.
Pelatihan yang berlangsung pada 11–15 Mei 2026 di Tangerang tersebut diikuti tujuh peserta bersertifikasi ICAO Qualified Course Developer (IQCD) dari lima negara, yakni Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, dan Kazakhstan.
Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai, dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Senin (18/5/2026), mengatakan pelatihan ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kapasitas SDM penerbangan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah perkembangan industri aviasi global yang semakin dinamis.
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga profesional penerbangan tidak hanya menjadi kebutuhan nasional, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan penerbangan sipil internasional.
“Pelatihan Validation Competency-based Training merupakan kesempatan untuk berkontribusi terhadap komitmen inklusif dalam pembangunan kapasitas. Pelatihan ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang cakap dengan keterampilan, sikap, dan pengetahuan dalam pengembangan pelatihan,” ujar Abrar.
Ia menekankan bahwa validator kompetensi memiliki peran strategis dalam memastikan sistem pelatihan berbasis kompetensi tetap memenuhi prinsip-prinsip ICAO sekaligus relevan dengan kebutuhan industri penerbangan yang terus berkembang.
“Pelatihan ini memberikan validator Desain Sistem Instruksional kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan validasi kursus pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan ICAO Document 9941 Training Development Guide,” jelasnya.
Pelatihan VCT 2026 menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan sistem pelatihan penerbangan modern berbasis kompetensi. Kehadiran peserta dari berbagai negara mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam pengembangan SDM penerbangan di kawasan Asia dan internasional.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi pembelajaran intensif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan validasi program pelatihan, mulai dari metodologi pengembangan pelatihan hingga evaluasi efektivitas materi pembelajaran.
Peserta mempelajari berbagai tahapan validasi pelatihan berbasis kompetensi, termasuk penelaahan laporan tiga tahap pengembangan pelatihan serta evaluasi kualitas materi pembelajaran agar sesuai dengan standar keselamatan dan operasional penerbangan internasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut instruktur ICAO, Capt. Mostafa Hoummady, yang memberikan pembekalan langsung mengenai implementasi standar ICAO dalam pengembangan sistem pelatihan penerbangan berbasis kompetensi.
Menurut Abrar, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di institusi masing-masing.
“Diharapkan setelah berhasil menyelesaikan kursus ini, para peserta mampu memvalidasi metodologi program pelatihan berbasis kompetensi secara komprehensif, meninjau laporan pengembangan pelatihan secara sistematis, serta mengevaluasi kualitas dan efektivitas materi pelatihan,” katanya.
Program ICAO Validation Competency-based Training sendiri dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan melakukan validasi terhadap program pelatihan berbasis kompetensi sesuai pedoman ICAO Document 9941 – Training Development Guide (TDG).
Pendekatan berbasis kompetensi dinilai menjadi standar penting dalam dunia penerbangan modern karena menitikberatkan pada penguasaan keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang terukur sesuai kebutuhan operasional.
Penguatan kapasitas SDM penerbangan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan penerbangan sipil global di tengah pertumbuhan lalu lintas udara internasional yang terus meningkat.
Melalui penyelenggaraan pelatihan internasional ini, PPSDMPU terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan SDM penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan standar global.
Selain mendukung harmonisasi standar pelatihan internasional, kegiatan ini juga membuka ruang kerja sama antarnegara dalam pengembangan sumber daya manusia sektor perhubungan udara.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing SDM nasional, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendukung transformasi sektor transportasi udara yang aman, profesional, dan berstandar global.
(Sumber : infopublik.id)












