Majalengka || Corongkita.com – pada hari Jum’at malam 4 April 2025, sejumlah warga Desa Cipaku Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka Jawa Barat menggeruduk kantor desa. Hal itu dipicu oleh adanya dugaan penyelewengan dalam realisasi Dana Desa tahap ke satu tahun 2025.
Informasi yang dihimpun oleh media ini, warga desa yang mendatangi kantor Desa Cipaku untuk menyampaikan aspirasinya, kurang lebih sekitar 100 orang. Mereka pun melakukan audiensi dengan Pemerintah Desa yang dihadiri BPD dan tokoh masyarakat.
Menurut keterangan salah satu warga saat ditemui awak media, dia mengatakan bahwa masyarakat menginginkan adanya transparansi dalam pengelolaan uang rakyat yang digelontorkan langsung dari pusat melalui Dana Desa.
“Suatu hal yang sangat wajar kami sebagai masyarakat yang mempunyai peran untuk mengontrol mengetahui tata kelola keuangan desa, “Ungkap warga itu.
Hal senada juga disampaikan warga lainya yang mengungkapkan kekecewaannya. Bahkan, katanya, kalau pihak Kepala Desa yakni Nono Karsono tetap tidak menjalankan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa, akan menggeruduk kantor desa ke dua kalinya dan akan datang lebih banyak lagi.
Dia menyebutkan bahwa Desa Cipaku, Dana Desa yang diterima ditahap kesatu ini dikisaran Rp 500 juta. Namun menurutnya, penggunaannya tidak jelas. Bahkan, dia merasa heran lantaran sepengetahuannya di rekening desa hanya tersisa Rp.17 ribu.
Tocin, Ketua BPD Desa Cipaku saat dikonfirmasi melalui sambungan whatsApp, membenarkan bahwa warga mendatangi balai desa pada Jum’at malam (4/4) untuk menyampaikan aspirasinya terkait pengelolaan anggaran Dana Desa tahap ke 1 tahun 2025 yang dalam pengelolaannya dinilai tidak transparan.
Menurut Tocin, saat pengajuan dan penyusunan program program, pihaknya memang mengetahui. Namun, saat pelaksanaan pihaknya tidak tau.
“Kami selaku BPD disaat pengajuan program-program dari pihak desa mengetahui, tapi disaat pelaksanaan kegiatan tidak tahu,” Ujar Tocin
Tocin pun menandasakan, selaku perwakilan masyarakat yang punya peran salah satunya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, akan terus mendapingi warga dan akan mempasilitasi dengan pemertintah Desa.
Sementara itu, Nono Karsono selaku Kepala Desa Cipaku, saat ditemui dikantornya sedang tidak berada di tempat. Begitupun perangkat desa yang tak satupun tidak ada di kantor. Pelayanan masyarakat pun nampak dihentikan.
Saat dihubungi melalui melalui HP, dia katanya sedang mengantar cucunya ke rumah sakit. Terkait perangkat desa yang tak ada di kantor, hingga pelayanan publik di stop menurut Nono, para perangkat sedang berangkat ke undangan warga yang hajatan. Selasa (8/4/2025)
Terkait Dana Desa tahun 2025, menurut Udi, Bendahara Desa menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Cipaku telah menerima kucuran Dana Desa tahap ke satu sebesar Rp. 467 juta.
“Adapun peruntukannya, pertama program stanting, ketahanan pangan, BLT DD, PKTD, lapangan olahraga yang bertempat di halaman SD, Itu semua dari anggaran Dana Desa, Kalau terkait sisa uang sebesar Rp 17 ribu rupiah di Rengkening desa, saya tidak tahu silahkan saja tanya ke pak Kades takut saya salah, “Ucapnya.
(igun)












