News  

Miris!!!! Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tirta Negara 2, Diduga Tanpa Adanya Pengawasan

Majalengka || Corongkita.com – Proyek tanpa pengawasan dapat berdampak negatif, seperti: Pemborosan anggaran, Keterlambatan dan kualitas yang buruk, hasil yang tidak sesuai harapan, Korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruangan (PUTR) telah mengelontorkan anggaran sekitar Rp 199.564.000 untuk pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Tirta Negara 2, yang berlokasi di RW 06 RT 03 Desa Panyingkiran, yang dikerjakan oleh CV. EXPLORE ORG, diduga dalam pelaksanaan pekerjaan tanpa adanya pengawasan dari pelaksana lapangan.

Saat awak media melakukan sosial kontrol dilokasi pekerjaan pada hari selasa 17 November, ditemukan Beberapa kejanggalan dalam tahapan pelaksanaan pekerjaan diantaranya :

1.Safety K3 pun tidak di jalankan sesuai ketentuannya. Untuk K3 memang syarat utama dalam melaksanakan pekerjaan yang wajib dijalankan sesuai aturan UU K3.

2.Alat Pelindung Diri ( APD ) kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerjaan itu sendiri dan orang di sekelilingnya.

Menurut salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan, mengatakan “sebelumnya dalam pekerjaan proyek tersebut tidak melakukan dulu koordinasi dengan warga maupun Pemerintah Desa Panyingkiran, langsung aja berjalan begitu saja. Bahkan papan proyek pun baru dipasang setelah 3 hari pekerjaan”. Selasa (19/11/2024)

Saat dikonfirmasi awak media, salah satu pekerja di lokasi mengatakan, sudah 10 hari proyek ini dikerjakan.

“Pa Recki pelaksana lapangannya pa, dalam pelaksanaan pekerjaannya sesuai dengan arahannya. Kebetulan sekarang tidak ada disini silahkan saja hubungi langsung”. Ujarnya

Wisnu dari LSM TUAR BERSATU menyoroti dalam pelaksanaan pekerjaan irigasi Tirta Negara 2

“Dugaan pekerjaan ini terkesan tidak mengikuti Standar Oprasional Prosedur (SOP) pelaksanaan pekerjaan di lapangan apabila tidak ada pengawasan di lapangan baik dari mandor maupun konsultan sangat rawan apalagi pekerjaan tersebut yang harus mengacu pada teknik pekerjaan yang bener bener paham”. Bebernya

Sampai berita ini ditayangkan, Recki selaku pelaksana pekerjaan sulit dihubungi

(igun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *