Jakarta || Corongkita.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan peran jurnalis senior menjadi kunci dalam menjaga standar praktik jurnalistik di tengah perubahan cepat pola produksi berita di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026), di tengah meningkatnya tekanan kecepatan dan tuntutan viralitas dalam produksi informasi.
Menurut Meutya Hafid, perubahan ekosistem media telah menggeser cara kerja jurnalisme dari proses yang sebelumnya memberi ruang verifikasi menjadi lebih cepat dan minim jeda. “Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas,” ujar Menkomdigi yang merintis karier sebagai jurnalis televisi tersebut.
Ia menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan transfer pengalaman dan nilai-nilai jurnalistik dari generasi senior kepada jurnalis muda agar kualitas informasi tetap terjaga. “Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang,” tegas Menkomdigi.
Meutya menekankan bahwa tanpa proses pewarisan pengalaman, akan muncul kesenjangan antara standar yang dibangun oleh jurnalis senior dan praktik yang dijalankan oleh generasi saat ini. “Kalau tidak ditularkan, akan ada jarak yang jauh antara pengalaman senior dan praktik jurnalisme generasi sekarang,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser prinsip utama dalam profesi jurnalis, seperti integritas, proses verifikasi, serta keberanian berdiri di sisi kebenaran.
Pernyataan ini menegaskan bahwa di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis, kesinambungan antar generasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi publik.
(Sumber : infopublik.id)












