Jakarta || Corongkita.com – Kemitraan strategis antara Indonesia dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, harus difokuskan pada alih teknologi tinggi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) demi mewujudkan kemandirian industri pertambangan nasional, bukan sekadar mengejar peningkatan kepemilikan saham.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, melalui keterangan resmi, saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan formal dengan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, di kantor pusat perusahaan yang beralamat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Senin (1/6/2026)
Menurut Dubes Indroyono, Pemerintah Indonesia melalui PT Freeport Indonesia (PTFI) dipastikan akan memperkuat posisinya dengan peningkatan porsi kepemilikan saham dari 51,23 persen menjadi 63 persen mulai tahun 2041.
Langkah itu merupakan bagian dari kesepakatan perpanjangan izin operasi hingga tahun 2061 yang telah dicapai antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan pada Februari 2026 lalu.
Kendati kepemilikan saham mayoritas berhasil diamankan, penguasaan teknologi modern dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan industri.
Salah satu fokus utama yang didorong adalah penerapan teknologi pertambangan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama TROI (Throughput, Recovery, Optimization, Intelligence) di Papua, yang terbukti mampu meningkatkan produksi tembaga hingga lima persen di AS melalui analisis data sensor operasional secara real-time.
Dubes Indroyono menegaskan, transformasi itu sangat krusial bagi masa depan industri domestik.
Pihaknya berharap implementasi teknologi ini dapat melahirkan talenta lokal yang siap bersaing di level global. “Yang terpenting bukan hanya peningkatan kepemilikan saham Indonesia, tetapi bagaimana Papua dan Indonesia memperoleh kemampuan teknologi, sumber daya manusia unggul, serta kesempatan mengelola tambang modern secara mandiri di masa depan,” ujar Dubes Indroyono.
Guna mendukung penguatan kualitas SDM tersebut, Freeport-McMoRan juga membuka peluang program magang bagi para lulusan universitas asal Indonesia yang berada di Amerika Serikat.
Program itu diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan serta memperluas akses generasi muda terhadap teknologi pertambangan mutakhir.
Saat ini, komposisi kepemimpinan dan tenaga kerja di PTFI telah menunjukkan dominasi lokal. Dari total sekitar 27 ribu pekerja, sebanyak 97 persen merupakan Warga Negara Indonesia dan lebih dari 40 persen di antaranya adalah Orang Asli Papua (OAP). Profesional Indonesia kini menduduki posisi-posisi strategis, termasuk sembilan kursi direksi dan lebih dari 100 jabatan manajerial di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Tony Wenas.
(Sumber : infopublik.id)












