Majalengka || Corongkita.com – Cuitan tajam dilontarkan oleh salah satu Sekretaris Organisasi Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang (Marcab) Kabupaten Majalengka terkait pengelolaan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang lebih dikenal dengan dana CSR dari perusahaan-perusahaan di wilayah setempat. Menurutnya, meski dana tersebut dikatakan sudah disalurkan hingga ke lingkungan masyarakat, pada kenyataannya warga tidak dapat merasakan manfaat nyata dari anggaran tersebut.
Pernyataan tegas itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus pengawasan sosial terhadap transparansi penyaluran dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan dan pelestarian lingkungan sekitar lokasi usaha.
“Kami menyampaikan ini secara terus terang: kebanyakan dana CSR atau TJSL yang dikumpulkan dan disalurkan itu sudah sampai ke lingkungan setempat, tapi kenapa warga dan lingkungan itu sendiri justru tidak bisa menikmati anggaran tersebut untuk kebutuhan yang sesungguhnya? Ini pertanyaan yang perlu dijawab,” ujar Rian Betmen, Kamis (25/6).
Ia menilai bahwa dana yang bersumber dari tanggung jawab sosial perusahaan itu sejatinya diatur dalam peraturan perundang-undangan, tujuannya jelas yakni untuk mendukung pemenuhan kebutuhan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta mencegah dan menanggulangi dampak lingkungan akibat kegiatan usaha. Namun dalam praktiknya, banyak yang terasa hanya sebatas laporan administrasi semata.
“Anggaran sudah ada, laporan penyaluran sudah tertulis, tapi kenyataannya jalan rusak tidak diperbaiki, saluran air tersumbat tidak dibersihkan, lingkungan tetap kotor dan tidak terawat. Artinya, dana itu ada tapi tidak sampai berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya dengan nada tegas.
Lanjut Rian Betmen selaku Sekertaris LMPI menegaskan bahwa cuitan ini bukan bermaksud menuduh, melainkan meminta kejelasan dan transparansi. Ia mendesak agar penyaluran dana TJSL/CSR dilakukan secara terbuka, tercatat rapi, dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh warga serta terlihat perubahannya di lingkungan sekitar perusahaan.
“Jangan sampai dana yang seharusnya menjadi solusi justru menjadi tanda tanya. Kami berharap ada keterbukaan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat dan dapat dinikmati untuk kebutuhan lingkungan dan masyarakat setempat,” pungkasnya.
Di akhir, pihak kami LMPI Marcab Majalengka menyatakan akan terus memantau mekanisme penyaluran dana tersebut guna memastikan sesuai dengan tujuannya dan tidak terjadi penyimpangan, tegasnya.
(Iyan Herdiana)












