Sumedang || Corongkita.com – Kasus dugaan pengelasan Dana BOS dari 4 Sekolah’ di Kecamatan Ujungjaya terjadi sudah cukup lama sekitar Tahun 2024, namun baru terungkap sekarang setelah pihak pengusaha tidak kunjung ada niat baik untuk mengembalikan. Hal inilah yang memantik kekesalan para Kepala Sekolah.
“Kami sudah cukup sabar menunggu itikad baik dari pa DN agar dana tersebut dikembalikan, namun kami tunggu-tunggu jangankan pengembalian uang dihubungi pun sangat sulit. Kesabaran kami ada batasnya pak, karena dana yang dibawa kabur pa DN tentu harus kami ganti pakai uang sendiri. “Ungkap salah seorang Kepala Sekolah dengan nada kesal.
“Kalau sama sekali tak ada itikad baik, kami sudah sepakat akan membawa persoalan ini ke ranah hukum” pungkasnya
Kasus ini berawal dari pemesanan buku kurikulum merdeka untuk 4 sekolah dengan sistem SIPLAH, namun setelah uangnya di transfer ke rekening pengusaha sekitar tahun 2024, buku yang dipesan tidak kunjung datang.
Saat dikonfirmasi awak media, DN selaku pengusaha buku dihubungi melalui nomor telepon WhatsApp mengakui adanya kejadian tersebut, dirinya menyebut saat itu kondisi keuangannya sedang kolev sementara kebutuhan keluarga sangat tinggi “saya akui ang uangnya saya pake untuk menutupi kebutuhan keluarga.”terangnya
“Namun secepatnya kalau sudah ada rejeki dan usaha saya jalan lagi uang tersebut akan saya kembalikan” tambahnya
Menanggapi adanya kasus ini pegiat anti korupsi dari LSM Tuar Bersatu Wisnu Purnomo, SH angkat bicara’ “kasus ini murni pidana apalagi kejadiannya sudah cukup lama, sehingga tidak nampak adanya itikad baik dari terduga pelaku” paparnya
“Kami pun akan mendorong para Kepala Sekolah selaku korban agar segera membuat laporan polisi, jangan sampai perbuatan dan kejadian ini terulang kembali. “Tutup Wisnu
(Red/her)












