Pemkab Majalengka, Gelar Mabar Pencegahan dan Penanganan Radikalisme di Generasi Muda

Majalengka || Corongkita.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Majalengka, menggelar acara Majalengka Berbicara (Mabar) dalam rangka pencegahan dan penanganan radikalisme di generasi muda. Bertempat di Gedung Yuda Abdi Negara Majalengka. Selasa (11/6)

Acara tersebut di hari oleh Kadis Kominfo Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman AP, M.SI, Kepala Kesbangpol Majalengka, H. Heri Rahyubi, perwakilan Dinas Pendidikan Majalengka, Dinas Kesehatan, Kasubdit Densus 88 Anti Teror Polri, Satori S.H, M.M, Kasat Intelkam Polres Majalengka, AKP Agus Romi, Siswa SMAN 1 Majalengka, SMAN 1 Kadipaten, SMKN 1 Majalengka.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman AP, M.SI, sebagai penyelengara kegiatan mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang sudah hadir.

“Kita mendapatkan masukan tentang tema yang kami angkat kali ini, sekaligus dalam rangka menjaga anak-anak generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas”. Ungkapnya

Kepala Kesbangpol Kabupaten Majalengka, Kasat Intelkam Polres Majalengka, serta Kasubdit Densus 88 Anti Teror Polri sebagai narasumber dalam acara tersebut.

H. Heri Rahyubi Kepala Kesbangpol Kabupaten Majalengka, menyampaikan, Kegiatan ini berdampak dalam pembentukan anak-anak generasi muda menjadi lebih baik.

“Kesbangpol melihat, membina kebangsaan Pemerintah termasuk sekolah. Kegiatan ini berdampak pembentukan anak muda menjadi lebih baik dalam mencegah hal-hal negatif diluar. Tugas kebangpol, pertama, menjaga ideologi Pancasila, supaya tertanam di generasi muda. Dan yang kedua Cinta tanah air”. Ucapnya

Kasubdit Densus 88 Anti Teror Polri, Satori S.H, M.M mengatakan, mari kita selamatkan generasi muda sekarang.

“Permasalahan geng anak motor memang dari waktu ke waktu tidak akan habis, kita sebisa mungkin meminimalisir jangan sampai menyebar di masyarakat”. Imbuhnya

“Anak generasi muda harus kita jaga, harus kita pelihara, pelaku teror di masyarakat itu pelakunya rata-rata generasi muda. Mayoritas pelaku bom di Indonesia salah satunya itu orang Jawabarat. Pemicu radikalisme adanya kehilapan, serta terlalu berlebihan memahami keagamaan, kita harus menjaga toleransi di masyarakat. Maka dari itu anak-anak generasi muda sekarang harus kita selamatkan”. Beber Kasubdit Densus 88 Anti Teror Polri.

Kasat Intelkam Polres Majalengka, AKP Agus Romi, mengatakan, “mencegah radikalisme di Kabupaten Majalengka, kita harus menjadi penyeimbang dikalangan masyarakat. Adanya geng motor radikal, dikarenakan terlalu cepatnya penyebaran hal negatif di media sosial, tidak adanya penyaringan. Ayo generasi muda bagun komunikasi dengan keluarga, teman-teman serta masyarakat sekitar”. Tegas AKP Agus

(igun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *