Kloter Terakhir Haji Riau Diberangkatkan dari Embarkasi Batam

Pekanbaru || Corongkita.com – Pemberangkatan jemaah haji Provinsi Riau musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi tuntas setelah Kloter BTH 18 diberangkatkan dari Embarkasi Batam menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (10/5/2026).

Kloter BTH 18 menjadi penutup rangkaian pemberangkatan jemaah haji asal Riau tahun ini. Pemerintah memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertib, lancar, dan tetap mengutamakan pelayanan bagi jemaah.

Sebanyak 269 jemaah dan petugas yang tergabung dalam Kloter BTH 18 diberangkatkan pukul 07.25 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines SV 5399. Rombongan dijadwalkan tiba di Jeddah pukul 12.50 waktu Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan keberangkatan Kloter BTH 18 menandai berakhirnya seluruh proses pemberangkatan jemaah haji asal Riau pada tahun ini.

Pada gelombang kedua keberangkatan, seluruh jemaah telah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi. Hal itu dilakukan karena setibanya di Arab Saudi, jemaah akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

“Dengan diberangkatkannya jemaah haji Provinsi Riau pada Kloter BTH 18 ini, maka berakhir sudah proses keberangkatan jemaah haji Provinsi Riau tahun 1447 Hijriah,” ujar Defizon, Minggu (10/5/2026).

Defizon menjelaskan, Kloter BTH 18 terdiri atas 265 jemaah haji, satu Petugas Haji Daerah (PHD), serta tiga petugas kloter. Meski demikian, terdapat dua jemaah dan satu pendamping yang untuk sementara harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan dan masih menjalani pemantauan medis.

Selain itu, terdapat sembilan jemaah mutasi masuk dari beberapa kloter sebelumnya, yakni satu jemaah dari Kloter BTH 7 asal Indragiri Hilir, dua jemaah dari Kloter BTH 8 asal Kuantan Singingi, serta enam jemaah dari Kloter BTH 12 asal Rokan Hulu dan Siak.

Hingga saat ini, total jemaah dan petugas asal Riau yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 4.691 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 4.622 jemaah haji, 21 Petugas Haji Daerah, lima pembimbing KBIHU, dan 43 petugas kloter.

Sementara itu, masih terdapat tiga jemaah dan satu pendamping yang menjalani perawatan di Batam sehingga keberangkatannya ditunda. Pemerintah memastikan para jemaah tetap mendapatkan pelayanan dan pendampingan optimal.

Apabila kondisi kesehatan mereka membaik dan dinyatakan layak terbang, jemaah tersebut akan diberangkatkan pada kloter berikutnya sebelum penutupan operasional Embarkasi Batam.

Di sisi lain, terdapat 12 orang yang dipulangkan ke daerah, terdiri atas lima jemaah sakit, satu jemaah wafat, satu jemaah hamil, serta lima pendamping. Sementara di daerah, tercatat dua jemaah sakit dan satu jemaah meninggal dunia.

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

“Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke daerah dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” kata Defizon.

(Sumber : infopublik.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *