Sumenep || Corongkita.com – Pemerintah bersama aparat keamanan dan petani mempercepat masa tanam padi dan jagung hibrida di Kabupaten Sumenep sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Gerakan percepatan tanam tersebut dipimpin Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto, di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Senin (13/4/2026), melibatkan sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga kelompok tani.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim yang berpotensi menurunkan hasil pertanian.
Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi wujud konkret kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan tanam dan optimalisasi lahan pertanian.
Sejumlah instansi turut terlibat, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, unsur TNI, serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui dukungan penyuluh dan tenaga teknis di lapangan.
Kapolres Sumenep menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ketidakpastian iklim.
“Melalui kegiatan ini diharapkan produktivitas pertanian meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan laporan lapangan, tahap awal penanaman telah mencakup lahan seluas 53 hektare. Sementara pada tahap berikutnya direncanakan pengembangan tambahan lahan untuk padi dan jagung.
Namun demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sumber air dan kualitas irigasi akibat pencemaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, mengingat keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air yang optimal.
Gerakan percepatan tanam ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Selain aspek produksi, kegiatan ini juga mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi, menggabungkan dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan petani, serta partisipasi aktif masyarakat.
Di sela kegiatan, juga dilakukan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar lokasi.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Sumenep optimistis mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim global.
(Sumber : infopublik.id)












