Pekanbaru || Corongkita.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau meningkat signifikan. Berdasarkan data BMKG hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 35 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir.
Pada saat yang sama, BMKG Pekanbaru memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau pada Senin (1/6/2026), terutama pagi, sore, malam, hingga dini hari.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M., mengatakan berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan ringan hingga sedang telah terpantau sejak pagi di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca BMKG terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kepulauan Meranti dan sebagian Kota Pekanbaru,” ujar Yudhistira di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Memasuki siang hari, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun pada sore hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Pada dini hari, hujan juga masih berpeluang turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, dan Kota Dumai pada pagi serta malam hingga dini hari.
Secara umum, suhu udara di Riau berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah,” jelas Yudhistira.
Selain prakiraan cuaca, BMKG mencatat jumlah titik panas di Pulau Sumatera mencapai 647 titik. Sebaran terbanyak terdapat di Aceh 174 titik, Sumatera Selatan 166 titik, Bangka Belitung 106 titik, Sumatera Barat 64 titik, Bengkulu 56 titik, Jambi 21 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Kepulauan Riau dua titik.
Di Provinsi Riau, titik panas terdeteksi sebanyak 35 titik. Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 24 titik. Titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Rokan Hulu tiga titik, Pelalawan tiga titik, Bengkalis dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu, Siak, dan Kota Dumai.
“Total hotspot di Riau terpantau sebanyak 35 titik dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir,” kata Yudhistira.
Meningkatnya jumlah titik panas di Riau menjadi perhatian karena sebagian wilayah masih berada dalam periode rawan kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas tinggi.
(Sumber : infopublik.id)












