Majalengka || Corongkita.com – Program ketahanan pangan dan hewani tahun 2022 dan 2023 di soroti LSM GMBI Distrik Majalengka, karena kurangnya keterbukaan dan kurangnya melibatkan masyarakat. Selasa (24/12/2024)
Dengan salah satu contoh kegagalan program kegiatan penanaman kangkung yang seolah hanya dijadikan formalitas saja
Sidik, pengaman KSM GMBI Jatiwangi mengatakan, “kami akan melakukan monitoring di seluruh desa di Kecamatan Jatiwangi tentang realisasi program ketahanan pangan. Karena GMBI melihat masih kurangnya keterlibatan masyarakat dalam program tersebut”. Ujarnya
Untuk laporan kali GMBI Distrik Majalengka, berharap adanya sebuah pemeriksaan kepada pihak Desa Sukaraja Kulon agar adanya sebuah kepastian hukum mengenai pengelolaan keuangan negara, karena bagaimanapun dana desa bersumber dari APBN.
A Suharjo atau akrab disapa Zapra (ketua GMBI Majalengka) melalui sekretaris Distrik, Yayat Supriatna mengungkapkan, “bahwa kami akan terus melakukan kontrol terhadap penggunaan keuangan negara agar adanya azaz manfaaf bagi masyarakat
Jika ada penyalahgunaan kami tak segan akan melaporkan”. Ucapnya
(igun)












