Tangerang || Corongkita.com – Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Anyelir Puspa Kemala mengajak para siswa memahami pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” di SMPN 25, Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026), Anyelir mengatakan masih banyak masyarakat yang mengenal program MBG hanya dari informasi negatif di media sosial.
Padahal, menurutnya, filosofi program tersebut jauh lebih besar, yakni mempersiapkan generasi muda Indonesia agar sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
“Indonesia Emas 2045 itu bukan untuk saya, bukan untuk pejabat, tetapi untuk adik-adik semua yang nanti akan menjadi dokter, tentara, polisi, arsitek, bahkan wali kota dan presiden,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembentukan Badan Gizi Nasional bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Menurutnya, masih banyak siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan sehingga kesulitan berkonsentrasi saat belajar.
“Perut kosong membuat anak lemas, mengantuk, dan tidak bisa mendengarkan pelajaran dengan baik,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan, Anyelir menyebut program MBG juga berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, serta pemerataan akses pangan bergizi di seluruh Indonesia.
Ia mencontohkan masih banyak anak-anak di daerah tertentu seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur yang belum memiliki akses memadai terhadap makanan bergizi. Karena itu, ia meminta para siswa bersyukur dan menghabiskan makanan yang diberikan melalui program MBG.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diajak memahami pentingnya konsumsi makanan seimbang yang mengandung protein, vitamin, mineral, serat, serta karbohidrat. Anyelir mengingatkan agar anak-anak tidak menjadi “picky eater” atau memilih-milih makanan.
“Harus suka sayur, buah, daging, ayam, dan jangan pilih-pilih makanan supaya pertumbuhan optimal dan kesehatan terjaga,” ujarnya.
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar sumber protein, vitamin, hingga kepanjangan BGN dan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Di akhir kegiatan, Anyelir kembali menekankan pentingnya pola makan bergizi bagi anak-anak dan remaja karena masa pertumbuhan berlangsung hingga usia 18 tahun.
“Kalau makan bergizi ditambah olahraga, tinggi badan dan kesehatan bisa lebih optimal. Yang penting makanannya jangan dibuang,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi motivasi dan tanya jawab bersama para siswa yang tampak antusias mengikuti edukasi mengenai pentingnya gizi untuk masa depan mereka.
(Sumber : infopublik.id)












