Jakarta || Corongkita.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat kapasitas kelembagaan untuk menghadapi dinamika ancaman terorisme yang semakin kompleks, termasuk yang berkembang di ruang digital. Penguatan tersebut dilakukan melalui penambahan sumber daya manusia yang diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program pencegahan, edukasi, dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap paham radikal terorisme.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengatakan, penanggulangan terorisme membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari upaya pencegahan hingga rehabilitasi. Karena itu, penguatan kapasitas organisasi menjadi kebutuhan penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan tantangan keamanan.
“BNPT ini tugasnya adalah penanggulangan terorisme dari hulu sampai dengan hilir,” ujar Eddy Hartono saat melantik dan mengambil sumpah 127 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan BNPT Tahun Anggaran 2024, Kamis (11/6/2026)
Menurutnya, mandat BNPT sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 mencakup berbagai aspek penanggulangan terorisme, mulai dari Kesiapsiagaan Nasional, Kontra Radikalisasi, hingga Deradikalisasi. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang profesional dan memiliki pemahaman kuat terhadap tugas dan fungsi kelembagaan.
Eddy menjelaskan kehadiran pegawai baru di lingkungan BNPT bukan hanya untuk memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Program-program tersebut antara lain penguatan wawasan kebangsaan, literasi digital, edukasi pencegahan radikalisme, serta peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi pengaruh ideologi kekerasan yang berkembang melalui berbagai media, termasuk platform digital.
Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi, ruang digital menjadi salah satu arena yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan terorisme. Penyebaran propaganda, narasi ekstremisme, hingga proses rekrutmen kelompok radikal kini semakin banyak memanfaatkan media digital untuk menjangkau masyarakat.
Karena itu, BNPT terus memperkuat kapasitas kelembagaan agar mampu merespons perubahan pola ancaman tersebut melalui pendekatan yang lebih edukatif, kolaboratif, dan berbasis literasi masyarakat.
Selain kompetensi teknis, Kepala BNPT juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, sumpah jabatan dan pakta integritas yang telah diucapkan harus menjadi komitmen yang diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saudara-saudari sudah mengucapkan sumpah kemudian membacakan pakta integritas. Itu jangan hanya dijadikan sebagai syarat administrasi saja atau formal saja, tetapi yang telah diucapkan bersama-sama harus diimplementasikan dan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas organisasi, BNPT berharap dapat terus menghadirkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan responsif dalam menjalankan tugas penanggulangan terorisme sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang.
(Sumber : infopublik.id)












