Jakarta || Corongkita.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 60,14 ton CO2e melalui Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang dilaksanakan selama 60 menit pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 tersebut juga menghasilkan penghematan listrik sebesar 75,18 MWh.
Berdasarkan data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), aksi pemadaman lampu yang berlangsung pukul 20.30–21.30 WIB itu turut menekan biaya penggunaan listrik hingga Rp108.693.752.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun budaya hemat energi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Aksi pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol. Ini menjadi pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dari kebiasaan kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Dudi di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Menurut Dudi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pengendalian perubahan iklim serta mendorong pembangunan rendah karbon.
Pelaksanaan aksi tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang dilakukan secara berkala di Jakarta.
Dudi menilai, capaian pengurangan emisi yang berhasil diraih menunjukkan bahwa perubahan perilaku dalam penggunaan energi dapat memberikan dampak yang terukur apabila diterapkan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak.
“Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong perilaku hemat energi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun tempat kerja. Langkah sederhana seperti mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan dinilai dapat memberikan kontribusi besar terhadap upaya pelestarian lingkungan.
“Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta. Menjaga bumi dan menghadirkan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat,” jelas Dudi.
Aksi pemadaman lampu dilaksanakan di sejumlah titik strategis dan ikon ibu kota, antara lain Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, serta kawasan Balai Kota DKI Jakarta.
Keberhasilan penghematan energi dan pengurangan emisi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup rendah karbon demi mewujudkan Jakarta yang lebih berkelanjutan.
(Sumber : infopublik.id)












