Purwokerto || Corongkita.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, mendorong penguatan hilirisasi gula kelapa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, menekan angka kemiskinan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Kawasan Gula Kelapa Organik Banyumas di Kawasan Wisata Edukasi Pereng, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seperti disampaikan dalam keterangan Kemenko Pm di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Muhaimin mengatakan Banyumas memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra gula kelapa terbesar di dunia. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyumas, sekitar 90 persen ekspor gula kelapa dunia berasal dari Indonesia, dan sekitar 80 persen di antaranya diproduksi di wilayah Cilongok dan Banyumas.
Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui penguatan ekosistem usaha dan hilirisasi agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada proses produksi, tetapi mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah “Ini luar biasa. Memang masih banyak yang belum mengetahui potensi ini sehingga harus mendapatkan perhatian agar manfaat ekonominya semakin optimal bagi petani dan masyarakat,” ujarnya.
Menko Muhaimin menilai besarnya potensi sumber daya alam harus diikuti dengan pembangunan ekosistem ekonomi yang kuat, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, komoditas gula kelapa dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, langkah tersebut menjadi penting mengingat Kabupaten Banyumas masih memiliki sekitar 194 ribu penduduk miskin. Karena itu, hilirisasi komoditas unggulan dinilai menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. “Potensi sumber daya alam yang besar harus diikuti ekosistem yang baik dan hilirisasi yang tepat. Dengan begitu manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan menjadi instrumen efektif dalam menekan kemiskinan,” katanya.
Muhaimin Iskandar juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. “Pak Presiden Prabowo sedang mendorong cara kerja baru pembangunan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi. Potensi besar yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Muhaimin menandatangani prasasti Kawasan Wisata Edukasi Pereng, meninjau prototipe Program PERMATA (Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam), melakukan penanaman bibit kelapa genjah, serta melihat langsung proses produksi gula kelapa Banyumas.
Pada kesempatan itu juga diserahkan berbagai bentuk dukungan pemberdayaan masyarakat, antara lain bantuan Program PERMATA dari BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyumas, 10.000 bibit tanaman dari IKA Universitas Terbuka bersama Kementerian Kehutanan, kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi penderes gula kelapa, santunan kepada ahli waris pekerja, serta bantuan sarana budi daya ayam petelur hasil kolaborasi Bank Mandiri, Danantara, dan Kemenko PM.
Muhaimin berharap model pengembangan ekonomi berbasis hilirisasi gula kelapa yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekonomi lokal yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Sumber : infopublik.id)












