Jakarta || Corongkita.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memfasilitasi komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia melalui kemitraan strategis guna memperkuat hilirisasi plasma dan kemandirian industri kesehatan nasional.
Ia mengatakan pemerintah akan mengawal regulasi dari hulu hingga hilir dengan fokus jangka pendek pada penguatan pasokan bahan baku melalui pusat-pusat plasma nasional.
“Kami pasti mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerja sama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Dan antara maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi seperti Bio Farma,” ujar Menkes, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi kemitraan strategis tersebut melalui integrasi ekosistem kelembagaan pemerintah agar proses hilirisasi berjalan optimal.
“Ke depan, kita akan menyusun peta jalan jangka panjang industri layanan kesehatan Indonesia untuk 5, 15, hingga 30 tahun mendatang yang mencakup sektor farmasi, layanan rumah sakit hingga alat kesehatan,” kata Menkes.
Menurutnya, pembangunan pabrik plasma untuk produksi bahan baku obat, vaksin, dan produk farmasi inovatif akan memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Pabrik yang mulai dikembangkan setelah perubahan regulasi pada 2023 itu ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.
(Sumber : TBNews)
(Foto : Antara)












