Batang || Corongkita.com – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memandang program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak sekadar sebagai proyek pembangunan infrastruktur, melainkan model pembangunan kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan desa secara lebih cepat dan berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, mengatakan TMMD telah menjadi bagian dari pembangunan daerah sejak puluhan tahun lalu dan terbukti relevan dengan arah pembangunan yang kini menekankan kolaborasi lintas sektor. “Pemerintahan hari ini tidak bisa bergerak sendiri. Harus kolaboratif, dan TMMD menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat bekerja bersama,” ujar Bagus, saat ditemui tim InfoPublik, Rabu (3/6/2026).
Menurut Bagus, pelaksanaan TMMD di Batang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan master plan percepatan pembangunan yang membagi wilayah Kabupaten Batang ke dalam sejumlah zona pengembangan, mulai dari kawasan bahari, industri, pemerintahan, agribisnis dan pariwisata, hingga pendidikan.
Desa Sigayam dan kawasan Wonotunggal, kata dia, dipilih karena berada dalam zona agribisnis dan pariwisata yang sejalan dengan tema pembangunan Batang tahun 2026, yakni ketahanan pangan.
Bagus menilai ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai produksi hasil pertanian, tetapi juga menyangkut aksesibilitas dan distribusi yang menentukan keberhasilan rantai pasok. “Ketahanan pangan bukan hanya soal panen. Bagaimana akses menuju lahan dan distribusinya juga menjadi faktor penting,” katanya.
Atas dasar itu, pembangunan infrastruktur dasar melalui TMMD dipandang strategis untuk membuka akses desa-desa yang selama ini sulit dijangkau sekaligus mendukung produktivitas ekonomi masyarakat.
(Sumber : infopublik.id)












