Ribuan Sekolah Pascabencana Sumatra Dipulihkan, Pembelajaran Tetap Berjalan

Jakarta || Corongkita.com –  Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Fokus utama langkah tersebut adalah memastikan anak-anak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tetap dapat belajar di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.

Upaya itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana yang berlangsung di Gedung DPR RI, dengan melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, BUMN, dan sejumlah lembaga pendukung penanganan bencana.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemulihan pendidikan menjadi bagian penting dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana. Karena itu, layanan pendidikan di wilayah terdampak diupayakan tetap berjalan meskipun sebagian sekolah masih berada dalam tahap rehabilitasi.

Data Kemendikdasmen menunjukkan, dari total 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana, seluruhnya kini telah kembali melaksanakan pembelajaran. Sebanyak 4.828 sekolah sudah kembali belajar di lokasi asal, sementara sebagian lainnya masih memanfaatkan kelas darurat, tenda belajar, maupun fasilitas publik sebagai ruang pembelajaran sementara.

“Yang terpenting adalah anak-anak tetap belajar. Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (28/5/2026).

Pemerintah juga mempercepat perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Hingga saat ini, sebanyak 3.101 sekolah tercatat telah memperoleh bantuan revitalisasi.

Sebagian besar sekolah penerima bantuan telah memasuki tahap pengerjaan fisik, baik melalui mekanisme swakelola sekolah maupun kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pembangunan sekolah rusak berat dan relokasi sekolah yang berada di kawasan rawan.

Menurut Mendikdasmen, percepatan pemulihan pendidikan membutuhkan kerja bersama karena tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah.

Rapat koordinasi mencatat sejumlah persoalan yang masih perlu ditangani, mulai dari penyediaan lahan relokasi sekolah, akses menuju wilayah terdampak, hingga pembangunan infrastruktur pendukung pembelajaran.

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah berjalan lebih cepat serta tepat sasaran.

Selain memulihkan bangunan sekolah, pemerintah juga memberikan dukungan khusus kepada puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan terdampak agar layanan belajar tetap berlangsung selama masa pemulihan.

Langkah tersebut dinilai penting karena keberlangsungan pendidikan pascabencana tidak hanya ditentukan oleh kesiapan ruang kelas, tetapi juga oleh keberadaan guru dan ekosistem pembelajaran yang tetap terjaga.

Melalui koordinasi lintas sektor dan percepatan rehabilitasi sekolah, pemerintah berupaya memastikan bencana tidak menghentikan hak anak untuk belajar serta menjadikan pemulihan pendidikan sebagai fondasi pemulihan sosial masyarakat secara menyeluruh.

(Sumber : infopublik.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *