Lumajang || Corongkita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata.
Salah satu fokus yang ditekankan yakni penerapan konsep SEKAM yang meliputi sampah, energi, keanekaragaman hayati, konservasi air, dan makanan higienis sebagai fondasi pembentukan budaya hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, mengatakan program Adiwiyata bukan sekadar agenda penilaian sekolah, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat yang dimulai dari lingkungan sekolah.
“SEKAM menjadi fokus utama karena menyentuh kebiasaan paling dekat dengan kehidupan sekolah. Dari sana kesadaran lingkungan dapat tumbuh secara nyata,” ujar Agus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Offline Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2026 di Aula SMPN 1 Sukodono, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan pengelolaan sampah, penghematan energi, pelestarian keanekaragaman hayati, konservasi air, serta penerapan makanan sehat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan.
Menurut Rozaq, pendekatan tersebut bertujuan menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran perilaku hidup berkelanjutan, bukan hanya tempat mempelajari teori.
Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sehari-hari.
Ia menilai tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga pendidikan harus hadir sebagai solusi jangka panjang dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.
“Kalau sejak sekolah anak-anak terbiasa mengelola sampah, hemat air, dan hemat energi, kebiasaan itu akan terbawa ke rumah dan menjadi budaya di masyarakat,” katanya.
Sebanyak 28 sekolah mengikuti bimtek tersebut sebagai calon peserta Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2026.
Para peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi program, penyusunan administrasi, serta pengembangan inovasi lingkungan di sekolah masing-masing.
Kegiatan itu juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penguatan pendidikan lingkungan.
Melalui penguatan konsep SEKAM, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap sekolah menjadi pusat pembentukan perilaku hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung capaian Sekolah Adiwiyata, tetapi juga membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis dan mampu menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di masa depan.
(Sumber : infopublik.id)












