Majalengka || Corongkita.com – Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan SMAN 1 Kasokandel Kabupaten Majalengka Jawa Barat, melakukan rehabilitasi 6 ruang kelas belajar yang keadaannya sudah rusak.
Namun dalam pelaksanaan rehab ruang kelas baru tersebut, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya dalam pekerjaannya tidak transparansi, dilokasi pekerjaan tidak ada papan informasi atau papan proyek yang terpasang. Juga dalam pelaksanaan pekerjaannya diduga diborongkan sama pihak ketiga.
Menurut narasumber (namanya tidak mau dipublikasi) mengatakan pada awak media, “seharusnya dalam pekerjaan rehabilitasi ruang kelas baru dikerjakan swakelola, tapi kenapa ini diborongkan sama orang Cikijing. Dilokasi pekerjaan juga tidak terpasang atau tidak ada papan proyek, kami selaku warga tidak tahu berapa anggrannya dan darimana sumber anggarannya”. Cetusnya.
Adanya informasi tersebut kemudian awak media mengunjungi sekolah SMAN 1 Kasokandel untuk lakukan konfimasi.
Awak media diterima oleh Tatang, perwakilan pihak sekolah, selaku Panitia Pembangun Sekolah P2S. Kamis (25/7)
konfirmasi dari awak media, Tatang tidak mau menjawab No Coment. Tapi ada satu pertanyaan dari awak media yang dijawab juga,, “untuk papan informasi baru akan dipasang besok dikarenakan keuangan atau anggarannya belum turun, dan baru masuk ke rekening sekola kemarin sore”. UcapTatang
Di tempat terpisah, menurut keterangan pihak ke3 jadi kenapa anggaran belum turun tapi pelaksanaan sudah dilakukan, “ini memakai uang pribadi saya dan uang kepala sekolah dulu untuk pembelian material,,nanti kalau sudah turun anggaran baru dikembalikan lagi uang tersebut”. Ujar mandor lapangan
Jadi dalam hal ini tidak menutup kemungkinan antara pihak ke3 dan kepala sekolah ada main atau kong kalikong untuk mengeruk keuntungan atau dijadikan ajang bisnis.
(igun)












