News  

Pekerjaan Pemagaran di SDN Ranjikulon 1, Hasil Musyawarah Komite dengan Orang Tua Murid

Majalengka || Corongkita.com – Adanya infomasi yang beredar di masyarakat, bahwa SDN Ranjikulon 1 telah mengadakan pungli terhadap orang tua murid untuk biaya pemagaran sekolah, itu semua tidak benar atau hoxs menurut Nina Nurhayati S.pd selaku Kepala Sekolah SDN Ranjikulon 1. Senin (22/4)

“Masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya kegiatan pemagaran sekolah tersebut, agar mengurangi tindak kejahatan yang ingin melakukan pencurian barang-barang berharga milik sekolah. Selama saya menjabat Kepsek di SDN ranjikulon 1 sering terjadi percobaan pencurian sampai mencongkel kaca jendela, da juga kalau malam Minggu menurut laporan warga sekitar sekolah sering di pake minum-minum beralkohol dan sampah2-sampah botol sampai berserakan ygangmembuat kegiatan belajar mengajar tdk nyaman”. Ujar Nina

“Anggaran pemagaran 50jt lebih, di prediksi dari orang tua siswa 40 JT an, dari pribadi guru-guru, pribadi kepala sekolah, pribadi komite termasuk pribadi kepala desa Kuwu Anom selebihnya. sebelum melakukan musyawarah pihak komite sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, dan direstui asal ada musyawarah mufakat antara komite dengan orang tua murid, dan juga melibatkan desa setempat”. Ungkapnya

Masih kata Kepsek Nina, “Kenapa Komite sampai melakukan musyawarah dengan orang tua murid untuk pemagaran, di karena kan sudah hampir dua tahun mengajukan program tersebut ke dinas terkait namun tidak juga kunjung mendapatkan. Untuk biaya pemagaran, pihak sekolah meminta partisipasi dari orang tua murid, bagi anak yatim tidak berlaku, bagi yang tidak mampu berpartisipasi ingin membantu tenaga aja juga ada. Pemagaran tersebut juga dibantu dari dana Bos, karena anggaran dana Bos ada pos untuk pemeliharaan. Maka dari informasi diluaran adanya pungli itu semua tidak benar”. Bebernya

Menurut Kepala Desa Ranjikulon, Tomi Susanto, saat ditemui awak media diruangan kerjanya, mengatakan, “saya merasa bangga dengan adanya pemagaran sekolah tersebut, agar anak-anak didiknya termasuk anak-anak masyarakat yang ada dilingkungan Desa Ranjikulon bisa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar”. Cetusnya

(M.Yahya/igun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *