Kemdiktisaintek-Bappenas Perkuat Riset dan Pendidikan Tinggi

Jakarta || Corongkita.com  – Pemerintah memperkuat sinergi pembangunan pendidikan tinggi dan riset nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) guna mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Langkah tersebut ditandai melalui penguatan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.

Penguatan agenda tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (29/5/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua kementerian menempatkan pendidikan tinggi sebagai fondasi penting pembangunan nasional berbasis Iptek. Fokus penguatan diarahkan pada pendidikan kedokteran, riset kesehatan, pengembangan talenta STEMM (science, technology, engineering, mathematics, and medical), serta pemerataan kapasitas perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto mengungkapkan, Kemdiktisaintek saat ini memprioritaskan pengembangan Pusat Antar Universitas (PAU) sebagai model kolaborasi strategis antarkampus guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pendidikan tinggi dan infrastruktur riset nasional. “Kita sedang memfokuskan penguatan pusat antar universitas agar fasilitas riset, laboratorium, infrastruktur digital, dan sumber daya unggul dapat dimanfaatkan bersama secara lebih efektif dan efisien,” ujar Brian.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi salah satu jalan untuk mempercepat peningkatan kapasitas perguruan tinggi Indonesia sekaligus memperkuat bidang-bidang strategis nasional. Melalui PAU, pemerintah mendorong lahirnya ekosistem riset yang lebih terhubung dan produktif, terutama pada sektor kesehatan, nanoteknologi, maritim, hingga penelitian berbasis kekayaan biodiversitas Indonesia.

Tidak hanya berorientasi pada penguatan kualitas, pengembangan PAU juga diarahkan untuk memperluas pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan dan riset, khususnya bagi perguruan tinggi di Indonesia bagian tengah dan timur.

Upaya tersebut dinilai penting agar kesenjangan kapasitas antarkampus dapat diperkecil dan peluang pengembangan talenta unggul semakin terbuka secara merata.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan nasional saat ini menempatkan Iptek sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. “Pembangunan berbasis Iptek memerlukan penguatan STEMM dan perguruan tinggi yang mampu menjadi pusat pengembangan inovasi, talenta unggul, serta penggerak knowledge-based economy,” ujar Rachmat.

Karena itu, kedua kementerian menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat agar hasil penelitian dan inovasi kampus tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan publik.

Sinergi lintas kementerian ini sekaligus menegaskan arah baru transformasi pendidikan tinggi Indonesia yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga motor lahirnya inovasi, pengembangan teknologi, serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.

(Sumber : infopublik.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *