Daerah  

Dr. H. Jefry Romdonny S.E, S.Sos, M.Si, M.M, Bersama BPDPKS, Gelar Acara Sosialisasi & Expo Sawit Baik Indonesia 2023

Majalengka || Corongkita.com – Anggota Dewan DPR RI Komis XI, Dr. H. Jefry Romdonny S.E, S.Sos, M.Si, M.M, menjadi Kynote Speaker dalam acara Sosialisasi & Expo Sawit Baik Indonesia 2023, dengan tema “Hilarisasi Produk Turunan Kelapa Sawit Untuk Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan” yang diadakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Bertempat di Kertajati Convention Hall Fieris Hotel. Jumat (29/09/2023)

Acara tersebut di hadiri oleh Dr. H. Diding Bajuri M,si sebagai moderator, Muhamad Rahmat, staff divisi lembaga kemasyarakatan dan civil society BPDPKS (narasumber), Dr. Doni Susandi ST.MT, dekan Teknik UNMA( narasumber), Dr. Acep Atmawijaya SP.MP , Dosen faperta UNMA (narasumber), Dr. H. Jefri Romdonny S.E. S.Sos M.Si, M.M, anggota DPR RI komisi XI fraksi GERINDRA

Dr. H. Jefry Romdonny S.E, S.Sos, M.Si, M.M, dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan data dari ISDA, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan produksi CPO mencapai 45,5 juta metrik ton pada periode tahun 2022-2023.

“Kita ketahui bersama bahwa minyak sawit atau minyak goreng ini sempat langka dipasaran pada pertengahan tahun 2022. Karena langka, sekalinya ada waktu itu harganya sangat mahal sekali, itu menjadi masalah bagi perekonomian keluarga. Maka dari itu, kami dari komisi XI kasus langkanya minyak goreng ini dapat memicu inflasi di masyarakat, jadi inflasi meningkat dan pendapatan masyarakat pun menjadi sedikit. Tentu pemerintah harus berupaya keras untuk menangani permasalahan kelangkaan minyak goreng ditengah-tengah masyarakat dengan harga normal. Pada waktu itu memang mustahil kalau minyak goreng itu langka dipasaran, karena Indonesia sendiri merupakan exportir dari CPO atau minyak kelapa sawit. Akhir nya pemerintah mampu mengatasi kondisi seperti ini, suplay minyak goreng juga kembali pulih dengan harga minyak goreng yang wajar”. Ungkapnya

Masih kata H. Jefry, Kelapa sawit tentunya suatu komuditas utama Indonesia yang memiliki dampak besar terhadap ekonomi dan juga lingkungan. Berdasarkan data dari ISDA, Indonesia menjadi negara produsen minyat sawit terbesar di dunia, dengan produksi CPO mencapai 45,5 juta metrik ton pada periode tahun 2022-2023.

“Kabupaten Majalengka memang tidak memiliki kebun sawit, tapi namun memilik kebun kelapa, jadi menurut data dari BPS tahun 2022, luas kebun kelapa di Majalengka ini sebanyak 219 ribu hektar. Jadi kita berharap BPDPKS ini dapat membantu masyarakat Majalengka menggunakan teknologi agar dapat mengoftimalisasi kelapa sebagai bahan baku industri yang berkualitas ekspor. Ya minimal tentunya mungkin BPDPKS ini dapat merekomdasikan berdirinya pabrik pengolahan jelantah menjadi bio disel, darisanalah Tentunya ekonomi masyarakat Majalengka, kita harapkan akan bertumbuh semakin cepat”. Sambut H. Jefry

Muhammad Rahmat, Staff lembaga kemasyarakatan dan civil society BPDPKS mengatakan, “Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan :
A. Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas menghimpun dana dari pelaku usaha perkebunan atau lebih dikenal dengan CPO Supporting Fund (CSF)
B. Badan penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian yang dimaksudkan untuk tujuan pendidikan dan pelatihan perkebunan
C. Pusat sosial dan ekonomi kebijakan pertanian
D. Pusat pengembangan ekonomi petani ” pungkasnya

(igun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *