Manfaatkan Limbah Nasi, Danramil 1712/Jatiwangi dan Petani Majalengka Produksi POC Ramah Lingkungan

Majalengka || Corongkita.com – Inovasi baru di dunia pertanian kembali muncul dari wilayah Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Memanfaatkan limbah sisa nasi atau nasi basi, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1712/Jatiwangi, Kapten Inf Maman Kardiman, bersama kelompok tani setempat menggelar sosialisasi dan silaturahmi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Rest Area KM166 Tol Cipali, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung akrab ini dihadiri oleh para Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan Kelompok Tani (Pok Tan), serta jajaran manajemen Rest Area KM166 Tol Cipali yakni Bapak Pijar dan Bapak Aji. Lokasi rest area yang strategis dipilih sebagai pusat edukasi karena potensi limbah organik, terutama sisa makanan pengunjung, yang sangat melimpah.

Dalam sambutannya, Kapten Inf Maman Kardiman menekankan pentingnya mengubah paradigma limbah menjadi berkah.

“Sisa nasi yang sering kita buang ini sebenarnya memiliki kandungan karbohidrat dan mikroorganisme yang sangat baik jika difermentasi menjadi Pupuk Organik Cair. Ini adalah solusi murah dan ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia,” ujar Danramil di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan POC dari nasi basi tergolong sederhana namun memerlukan ketelitian. Nasi basi dicampur dengan air, tetes tebu (molase), serta aktivator mikroorganisme lokal (MOL), kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama kurang lebih 10-14 hari.

Manager Rest Area KM166 Tol Cipali, Bapak Pijar, menyambut baik inisiatif TNI dan para petani tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi rest area yang mendukung konsep zero waste.

“Selama ini nasi sisa dari bufet rest area menjadi masalah tersendiri. Kini, dengan pendampingan dari Danramil dan Babinsa, limbah tersebut bisa kami sulap menjadi produk bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi petani sekitar,” kata Pijar.

Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari itu tidak hanya berupa sosialisasi teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan pupuk. Antusiasme kelompok tani sangat tinggi, mengingat bahan baku (nasi basi) mudah didapat dan biaya produksi sangat rendah.

Ke depan, Kapten Maman Kardiman berencana memperluas program ini ke desa-desa binaan di wilayah Kecamatan Jatiwangi, sekaligus membentuk koperasi kecil untuk distribusi POC. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Majalengka.

“Dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita, swasembada pangan bukanlah mimpi. Mari kita mulai dari hal kecil, dari sisa nasi di dapur dan rest area,” pungkasnya.

(Sumber : Pendim_0617)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *