Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh Pascabencana

Jakarta || Corongkita.com – Kementerian PU (Pekerjaan Umum), mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh. Upaya ini merupakan bagian dari proses pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh akhir November 2025 lalu.

Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana. Selain itu, program ini juga ditujukan memperkuat pemulihan ekonomi, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas. Sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Sabtu (31/2/26).

Pembangunan SR Tahap II di Aceh dilaksanakan melalui paket pekerjaan SR Provinsi Aceh 1 dan SR Provinsi Aceh 2. Total nilai kontrak dari program ini sekitar Rp1,53 triliun yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.

Paket SR Provinsi Aceh 1 dikerjakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Proyek ini mencakup Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe, dengan progres fisik mencapai 2,81 persen per 30 Januari 2026.

Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 dimulai pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026. Nilai kontrak dari paket ini tercatat sebesar Rp782,29 miliar dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender.

Sementara itu, Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 mencakup Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Saat ini, progres fisik pembangunan keseluruhan mencapai 1,70 persen dengan nilai kontrak Rp757,05 miliar.

Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 ini dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Proyek ini dimulai pada 18 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 14 Agustus 2026.

Kementerian PU menjelaskan, SR Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5-10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap sekolah akan dilengkapi asrama siswa dan guru serta ruang pembelajaran terpadu berbasis teknologi.

Selain ruang kelas, fasilitas pendukung lainnya meliputi laboratorium keterampilan, perpustakaan, dan pusat pembelajaran digital. Terdapat juga kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler serta area hijau.

Pembangunan SR Tahap II ini merupakan kelanjutan dari program Tahap I yang telah menyelesaikan 164 SR Rintisan pada 2025. Bangunannya didesain tidak hanya mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, tetapi juga memperhatikan mitigasi risiko bencana.

Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Program ini ditargetkan menampung sekitar 112.320 siswa dan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.

(Sumber : TBNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *