Komet/Banyu berhasil memastikan medali emas nomor Men’s Double Class MD18 usai mengakhiri tiga laga langsung dengan skor telak 11-4, 11-5 dan 11,9.
“Tadi memang sangat ketat ya soalnya kita lawan tuan rumah dan mereka masih muda juga jam terbangnya sudah sampai di paralimpik, mereka salah satu rival kita yang paling berat di Asia Tenggara,” ujar Komet usai pertandingan, Minggu (25/1) sore.
“Mereka pasti lebih ngotot karena kan tuan rumah pasti pengen kalahin wakil Indonesia, apalagi kita kalau di para tenis meja ini sering juara umum jadi mungkin cita-cita mereka buat kalahin kita,” imbuh Banyu yang juga meraih perunggu di nomor Men’s Single TT8.
Berkat usaha keras Komet/Banyu, kontingen Indonesia kembali menambah medali emasnya. Menurutnya, persiapan tim para tenis meja sudah sangat matang hingga bisa meraih prestasi hingga ke titik tertinggi. Di nomor ini duet keduanya memang ditargetkan meraih medali emas.
“Kita ditargetkan memang medali emas, jadi persiapan kita memang luar biasa, NPC pelatnasnya jalan terus hampir satu tahun dan kita latihan tiap hari benar-benar digenjot apalagi Thailand sebagai tuan rumah pasti kita persiapkan dengan matang untuk hari ini,” urai Komet yang juga telah meraih dua emas dan satu perak APG Thailand ini.
Usai laga di Thailand, kedua langsung mempersiapkan pelatnas untuk ASIAN Para Games 2026, mereka berharap bisa lolos kualifikasi untuk laga tertinggi olahraga di dunia Paralimpiade 2028 LA mendatang.
“Untuk target paling dekat mungkin kami langsung latihan lagi di pelatnas untuk laga di Jepang semoga dapat hasil maksimal, kami berharap juga lolos ke Paralimpiade 2028 mendatang,” ujar Komet, pemuda asal Pomalaa, Sulawesi Tenggara ini.
“Kami persembahkan medali emas ini untuk orang tua, anak istri saya karena dukungan mereka luar biasa bahkan saya jarang pulang. NPC Indonesia bisa dibilang rumah para atlet karena saya juga jrang pulang. Kami berusaha keras mempersembahkan emas ini untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Sumber : Kemenpora.go.id)












