BNPB Targetkan Pembangunan Hunian Sementara untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra Rampung Sebelum Ramadan

Jakarta || Corongkita.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah mengoptimalkan skema bantuan dana tunggu hunian (DTH) dan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra dengan target penyelesaian sebelum Ramadan.

“BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (19/1/2026).

Ia menyampaikan dari 50.367 unit rumah rusak berat, BNPB mencatat pengajuan pembangunan hunian sementara telah mencapai 27.818 unit. Pada pertengahan Januari 2026, sebanyak 6.063 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 871 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni oleh warga terdampak.

Selain hunian sementara, Kapus Abdul mengungkapkan bahwa pengajuan pembangunan hunian tetap juga terus berjalan. Tercatat sebanyak 11.736 unit hunian tetap telah diajukan, dengan 648 unit diantaranya saat ini berada dalam tahap konstruksi.

Selain terkait dengan hunian, BNPB juga mengoptimalkan skema bantuan DTH guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.346 kepala keluarga.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.717 rekening penerima telah siap dan bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga terdampak.

Lalu, dalam rangka mempercepat penanganan darurat sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan bencana hidrometeorologi basah di Sumatera.

Hingga 17 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 487 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 465.800 kilogram. Di Sumatera Utara, OMC dilakukan sebanyak 377 sorti dengan total bahan semai 330.800 kilogram, sementara di Sumatera Barat tercatat 403 sorti dengan total bahan semai mencapai 400.325 kilogram.

Operasi tersebut bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi terjadinya bencana lanjutan di wilayah rawan.

“BNPB berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat agar penanganan bencana dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Kapus Abdul.

Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan hunian layak, serta penguatan mitigasi bencana diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman dan tangguh.

(Sumber : TBNews)

(Foto : Antaranews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *